Selasa, 01 Januari 2013

Untukmu



Dari siapakah belaian angin lembut yang tadi menyentuhku
Dan tiba-tiba hatiku rasakan rindu
Mungkinkah ...
Mungkinkah dia juga merinduiku ..
Entahlah ...
Rindu ini menyambung kembali apa yang seharusnya sudah terlupa
Aku mengingat lagi, cinta di mata itu ...
Ough, sungguh berat melepasnya

Sepertinya kita terlalu cepat bertemu hingga kita harus saling melupakan
Seharusnya kelak saja kita bertemu agar kita bisa hidup bersama
Mungkin bisa kau rasa, terlukanya hati saat detik demi detik harus melupakanmu
Tak adil juga rasanya dipaksa melupakan hati yang paling didambakan ..

Apa yang membuat kita begini??
Tanyalah pada hati kita sendiri
Kutuliskan ini sebagai tanda, bahwa kau masih ada dalam ingatan
Kau masih bertahta di singgasana hati ..
Hati yang sendiri, yang tak pernah mampu mencari lagi ...
Terikat oleh dalamnya harapku padamu .. Untuk Kembali ...

Selengkapnya »»  

Kamis, 27 Desember 2012

Ketika Aku Sendiri

Aku kesepian, ketika aku sendiri
Aku kesepian ketika kau tak di sini, sedangkan kau tak pernah pergi dari lubuk hati
Aku kesepian ketika sesaat lalu kau beranjak pulang, sedangkan suaramu kau tinggalkan di fikiranku
Aku kesepian ketika kau di sana bernyanyi tapi telingaku tuli di sini
Aku kesepian di setiap pagi, sedangkan wajahmu yang pertama kuingat saat aku terjaga
Aku kesepian di setiap langkahan kaki, karena kau yang sejengkal mata tak pernah bisa kudatangi
Semua tentangmu terlelap, terwujud menjadi mimpi

Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena kau telah pergi
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena para adam di sana mengejarmu
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena hatiku remuk dibuat mereka
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena rasa iriku yang merasa gagal membahagiakanmu
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena kau yang paling menyakitiku
Rasa sakit yang kau buat ini, adalah perwujudkan betapa aku sangat mengasihimu
Kau tak mungkin kucela, kau tak mungkin kusesalkan
Kalau nyatanya kau adalah kebahagiaan yang selalu kuharapkan
Kalau nyatanya dulu kala itu kau satu-satunya yang memberiku kebahagiaan yang berbeda

Aku bahagia, ketika aku mengingat bangku kayu di depan itu
Tempat biasanya kita bicara hal-hal yang mungkin tidak begitu penting buatmu
Karena begitu bodohnya aku tak bisa berkata-kata yang sedikit romantis
Tapi di situ aku bisa melihat kau yang bagiku sangat konyol
Sungguh aku ingin tertawa jika mengingatnya ...
Aku bahagia, ketika mengingat itu semua ..
Dan aku juga sangat bahagia jika bayanganmu datang menyapaku di setiap hari
Membuat suasana hujan ini menjadi begitu hangat ...
Membuat aku begitu merindu ...
Dan taukah kau apa yang kurasakan saat-saat mengingat masa bahagia itu ???
Aku semakin Kesepian


Selengkapnya »»  

Sabtu, 28 Juli 2012

Puisi Sepi

aku ingin mendengar setiap butir bicaramu
lembut dan menenangkan
hanya saja ...
waktu ...
tak selalu mempertemukan  ..
lewat do'a aku titipkan rindu
lewat sepi, kuhadirkan  riang tawamu saat-saat lalu
dan suaramu mengiang di telingaku

sepi ini, ungkapkan segala gundah di kedalaman hati
kenapa aku lemah
saat suaramu tak menghiasiku ...
melihat mawar yang indah pun terasa layu
dinda, seperti apakah perasaanmu
apakah sama seperti ini
kuharap tidak ... tersenyumlah.
biar aku s'lalu dengar kabar bahagia darimu

apa
apalagi yang bisa kujelaskan
selain kerinduan
hanya dengan kesetiaan kuikat rindu ini
agar menjadi indah nanti
saat waktu mempertemukan mata kita lagi ,..
mempertemukan rasa rindu dengan yang ia rindukan ..
jika tak begitu
apa yang bisa kulakukan ... ???
selain
melanjutkan puisi sepi ini ...
Selengkapnya »»